
( Humas MAN 10 Jakarta) Suasana pagi di MAN 10 Jakarta Barat terasa berbeda pada Jumat (4/9). Setelah melaksanakan salat Dhuha bersama, seluruh murid MAN 10 Jakarta Barat berkumpul di lapangan madrasah untuk mengikuti Kajian Tematik. Didampingi oleh para guru, murid dengan penuh perhatian mengikuti kajian yang mengangkat tema menarik dan sarat dengan wawasan keislaman, yaitu Ghoribul Ayat.
Kajian Tematik Ghoribul Ayat
Kajian kali ini menghadirkan Ustaz Fathih, S.Pd. sebagai narasumber. Dengan penyampaian yang komunikatif, beliau mengajak para murid mengenal lebih dekat ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki bacaan khusus, unik, atau tidak lazim ditemukan dalam bacaan sehari-hari.
Mengenal Bacaan Ghoribul Ayat
Ghoribul Ayat merupakan pembahasan mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang memiliki bentuk bacaan tertentu yang perlu mendapat perhatian khusus, khususnya dalam riwayat Imam Hafs dari Imam ‘Ashim.
Dalam kajian tersebut, murid diperkenalkan dengan sejumlah bacaan Ghoribul Ayat, di antaranya Imalah, Isymam, Tashil, Saktah, Naql, serta bacaan Shad yang dibaca dengan cara khusus. Selain itu, turut dijelaskan mengenai tanda Sifir Mustadir dan Sifir Mustathil yang terdapat dalam mushaf Al-Qur’an.
Ustaz Fathih juga memberikan contoh langsung dari ayat-ayat Al-Qur’an sehingga murid dapat lebih mudah memahami perbedaan antara bacaan biasa dan bacaan Ghoribul Ayat.
Salah satu contoh yang menarik adalah Imalah dalam QS. Hud ayat 41 pada kata مَجْرٰىهَا. Murid juga diperkenalkan dengan Isymam pada QS. Yusuf ayat 11, Tashil pada QS. Fussilat ayat 44, serta beberapa tempat Saktah, antara lain dalam QS. Al-Kahf ayat 1–2, QS. Yasin ayat 52, QS. Al-Qiyamah ayat 27, dan QS. Al-Muthaffifin ayat 14.
Pembahasan semakin menarik ketika peserta diperkenalkan dengan Naql dalam QS. Al-Hujurat ayat 11 serta sejumlah bacaan khusus lainnya yang berkaitan dengan tanda-tanda dalam mushaf.
Belajar Al-Qur’an dengan Lebih Teliti
Kajian yang berlangsung di lapangan madrasah tersebut menjadi pengalaman pembelajaran yang berbeda bagi para murid. Tidak sekadar mendengarkan materi, mereka diajak untuk memperhatikan secara langsung bagaimana sebuah bacaan dalam Al-Qur’an memiliki ketentuan khusus.
Kegiatan ini sekaligus mengingatkan bahwa membaca Al-Qur’an merupakan proses belajar yang membutuhkan ketelitian, kesungguhan, dan bimbingan. Setiap tanda dan cara baca dalam mushaf memiliki ketentuan yang perlu dipelajari agar bacaan tetap sesuai dengan kaidah yang benar.
Antusiasme murid terlihat selama kajian berlangsung. Mereka mengikuti penjelasan narasumber dengan tertib dan penuh perhatian. Kehadiran para guru sebagai pendamping turut menciptakan suasana belajar yang kondusif sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di lingkungan madrasah.
Dari Salat Dhuha Menuju Inspirasi Al-Qur’an
Pelaksanaan Kajian Tematik setelah salat Dhuha memberikan pesan tersendiri. Kegiatan tersebut menjadi rangkaian pembiasaan positif yang memadukan ibadah, pembelajaran, dan penguatan karakter.
Melalui kegiatan seperti ini, MAN 10 Jakarta Barat terus berupaya menciptakan lingkungan pendidikan yang menjadikan Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga dipelajari dan dipahami secara lebih mendalam.
Kajian Tematik Ghoribul Ayat diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh murid untuk semakin mencintai Al-Qur’an, meningkatkan kualitas bacaan, serta memiliki semangat untuk terus menggali ilmu-ilmu yang terkandung di dalamnya.
Dari lapangan MAN 10 Jakarta Barat, Jumat pagi itu, pembelajaran kembali mengajarkan satu hal penting: semakin kita mengenal Al-Qur’an, semakin banyak keindahan dan keunikan yang dapat kita temukan di dalamnya.







Tinggalkan Balasan