
Jakarta Barat — MAN 10 Jakarta Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan kepedulian terhadap masyarakat melalui kegiatan Duta Imam Salat Tarawih.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta didik MAN 10 Jakarta Barat ditugaskan menjadi imam Salat Tarawih di masjid dan musala yang berada di sekitar lingkungan MAN 10 Jakarta Barat. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian peserta didik kepada masyarakat sekaligus wadah untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, kepemimpinan, dan kepercayaan diri.
Para Duta Imam Salat Tarawih mendapatkan kesempatan untuk mengamalkan ilmu agama yang telah dipelajari di madrasah, khususnya dalam memimpin salat dan memberikan keteladanan kepada masyarakat. Kehadiran mereka juga diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga dalam membangun komunikasi serta interaksi positif dengan jamaah di lingkungan sekitar.
Salah satu peserta, Abdurrahman, siswa kelas X MAN 10 Jakarta Barat, mengungkapkan rasa bangga dan senangnya dapat dipercaya menjadi salah satu Duta Imam Salat Tarawih.
“Saya merasa senang dan bersyukur bisa mendapatkan kesempatan menjadi Duta Imam Salat Tarawih. Awalnya tentu ada rasa gugup, tetapi pengalaman ini membuat saya lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an serta memahami ilmu agama. Saya juga merasa kegiatan ini mengajarkan saya untuk bertanggung jawab dan memberikan manfaat kepada orang lain,” ujar Abdurrahman.
Menurutnya, pengalaman menjadi imam di tengah masyarakat merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi seorang pelajar. Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dilaksanakan dan semakin banyak peserta didik yang mendapatkan kesempatan untuk berkontribusi di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Kepala MAN 10 Jakarta Barat, Dra. Rahmi Indriani, menyampaikan bahwa kegiatan Duta Imam Salat Tarawih merupakan bagian dari upaya madrasah dalam memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengimplementasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan nyata.
“Kegiatan Duta Imam Salat Tarawih merupakan bentuk pembinaan karakter dan penguatan kompetensi keagamaan peserta didik. Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami ilmu agama secara teori, tetapi juga mampu mengamalkannya dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kepercayaan yang diberikan kepada mereka untuk menjadi imam merupakan sebuah pembelajaran tentang tanggung jawab, kepemimpinan, keteladanan, dan keberanian,” tutur Dra. Rahmi Indriani.
Lebih lanjut, Kepala Madrasah berharap kegiatan ini dapat menjadi pengalaman yang membentuk pribadi peserta didik menjadi generasi yang berakhlak, berilmu, berinovasi, cinta lingkungan, dan mendunia. Kegiatan tersebut juga menjadi salah satu bentuk sinergi antara madrasah dan masyarakat dalam membangun generasi muda yang religius dan berkarakter.
Melalui program Duta Imam Salat Tarawih, MAN 10 Jakarta Barat berupaya terus menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kepedulian sosial. Kehadiran para peserta didik sebagai imam di lingkungan masyarakat diharapkan dapat menjadi pengalaman yang memperkuat jiwa kepemimpinan sekaligus memberikan kontribusi positif bagi kehidupan keagamaan masyarakat sekitar.



Tinggalkan Balasan